Top Artikel


  1. Pelaksanaan Monev Pengelolaan Keuangan, Aset, dan

    JATITENGAH – Inspektorat Kabupaten Blitar menerjunkan tim untuk melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) .. ..

    29 Jul 2026 Straw Hat
  2. Implemetnasi Aplikasi SRIKANDI

    JATITENGAH – Pemerintah Kecamatan Selopuro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan .. ..

    27 Jul 2026 Straw Hat
  3. Penyaluran BLT DD Bulan Juni dan Juli Tahun 2026

    JATITENGAH - Penyaluran BLT Dana Desa Tahun 2026 

    Selasa, 22 Juli 2026 Pemerintah Desa Jatitengah kembali menyalurkan .. ..

    22 Jul 2026 Straw Hat
  4. Evaluasi Pelaksaan APBDes Semester I Tahun 2026

    JATITENGAH - Sesuai dengan surat dari Kecamatan Selopuro Nomor :  B/463.01.02.01/282/409.51/2026 Perihal Jadwal Evaluasi .. ..

    21 Jul 2026 Straw Hat
  5. Ruwatan Massal dan Rangkaian Bersih Desa Jatitenga

    JATITENGAH - Pemerintah Desa Jatitengah Selopuro bersama seluruh lapisan masyarakat memadukan ritual spiritual .. ..

    04 Jul 2026 Straw Hat
  6.  
 
Share
Straw Hat | 27 Jul 2026

Implemetnasi Aplikasi SRIKANDI

JATITENGAH – Pemerintah Kecamatan Selopuro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terpadu (SRIKANDI) bagi Pemerintah Desa se-Kecamatan Selopuro pada Senin pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB di Kantor Kecamatan Selopuro ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital tata kelola persuratan dan kearsipan di tingkat desa.

Bimtek ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Melalui pelatihan ini, para perangkat desa dibekali pemahaman mendalam serta praktik langsung penggunaan aplikasi SRIKANDI, mulai dari proses pembuatan, pengiriman, verifikasi surat dinas, hingga tata cara penggunaan tanda tangan elektronik yang aman dan terintegrasi.

Camat Selopuro dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan SRIKANDI di tingkat desa merupakan hal mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik.

"Transformasi digital tidak boleh hanya berhenti di tingkat kabupaten. Pemerintah desa sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat harus mampu mengadaptasi sistem kearsipan digital ini agar koordinasi administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan ramah lingkungan," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya materi. Para sekretaris desa dan operator arsip aktif berdiskusi serta mempraktikkan alur kerja aplikasi SRIKANDI secara langsung.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, seluruh pemerintah desa di Kecamatan Selopuro diharapkan dapat segera menerapkan aplikasi SRIKANDI secara penuh dalam operasional administrasi sehari-hari, sekaligus mewujudkan tata kelola kearsipan yang modern, efisien, dan terpadu.